Nelayan di Situbondo saat menunjukkan ikan hasil tangkapan dari atas perahunya.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Kehidupan ratusan nelayan di Situbondo tengah diterpa badai ekonomi setelah hasil tangkapan ikan menurun drastis sejak awal November 2025.
Kondisi tersebut dipicu oleh perubahan pola ikan yang tidak muncul, serta datangnya musim hujan lebih awal, menyebabkan cuaca ekstrem dan tidak menentu untuk melaut.
BACA JUGA:
- Wakil Rais Aam Mundur dari Koperasi BUMNU, Kiai Afif: Saya Baru Tahu Kalau Jadi Pengurus
- Mediasi Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur di Situbondo Gagal, Proses Hukum Jalan Terus
- Orang Tua di Situbondo Laporkan Kakek 60 Tahun atas Dugaan Pencabulan Anak Usia 4,5 Tahun
- Pemkab Situbondo Rencanakan Revitalisasi Pasar Mimbaan Baru
Sumarwan, nelayan dari Dusun Keperan, Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, mengungkapkan keresahan yang melanda komunitasnya.
“Bulan Oktober ikan masih muncul, cuman sejak November tidak ada, hasil tangkapan menurun drastis,” keluhnya kepada BANGSAONLINE.com, Senin (8/12/2026).
Menurut dia, cuaca buruk seperti angin kencang membuat banyak nelayan enggan melaut demi keselamatan. Saat ini, mereka hanya mengandalkan pancing di perairan dangkal dengan hasil yang minim.
“Saat ini, hasil tanggapan kami hanya sekitar 1 sampai 2 kilogram saja. Padahal, kalau kondisi normal, kami bisa dapat 1 sampai 2 kuintal,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





